Adanya Pasien Terlantar, RSUD Cengkareng Dapat Teguran

Sumber: Google

Kasus dugaan terlantarnya pasien atas nama Nursiti Simbolon di Rumah Sakit Milik Pemerintah Provinsi DKI yakni RSUD Cengkareng Jakarta Barat mendapat perhatian lebih dari DPRD DKI Jakarta.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus mengatakan Dinas Kesehatan Pemprov DKI harus segera turun tangan dengan menegur langsung petinggi RSUD Cengkareng akibat tidak adanya kepekaan terhadap keadaan pasien yang benar - benar membutuhkan perawatan dan penanganan dokter.

"Saya kira itu (Dinkes) cek kembali pengurus RS nya supaya lebih sensitif terhadap hal - hal seperti ini," kata Beatari saat ditemui di Kawasan Sunter Jakarta Utara Kamis (14/3/2019).

Adapun kasus Nursiti Simbolon bermula saat dirinya dilarikan RSUD Cengkareng pada Rabu (13/3/2019). Pasien diduga diterlantarkan oleh pihak rumah sakit dengan alasan kamar perawatan sedang tak ada yang kosong. Imbasnya pasien dibiarkan menunggu sampai dengan 11 jam.

Padahal dokter setempat setelah memeriksa kondisi pasien sudah menyarankan agar yang bersangkutan agar segera dirawat.

"Wah enggak boleh itu. Seharusnya rumah sakit itu kalaupun dia tidak punya (kamar kosong) , maka dia harus bisa merekomendasikan rumah sakit lain untuk segera difasilitasi," tegas Bestari.

Anggota komisi D DPRD DKI ini mengatakan pelayanan pihak rumah sakit apalagi Rumah sakit milik Pemerintah tak boleh menerapkan praktik tebang pilih.

"Pelayanan itu enggak boleh tebang pilih, mana yang paling memerlukan ya itu didahulukan," ucapnya.

Atas kasus yang menimpa Nursiti Simbolon ini selain mendesak Dinkes untuk menegur bawahannya Bestari juga berjanji akan mencari tahu persoalan itu langsung kepada pihak RSUD Cengkareng.

"Itu akan nanti saya tanyakan, RS Cengkareng ya?" Tuntasnya.



Sumber: akurat.co

Komentar